Keseruan Peserta Karangpamitran berlumpur disawah dan berwisata ke Pancur

Linggautara – Kepala Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga utara Nazarudin mengajarkan puluhan pembina pramuka, untuk bersawah di persawahan Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga selama kurang lebih satu hari, mulai dari proses pembersihan lahan, pembajakan hingga penanaman bibit.

“Lahan yang dibersihkan oleh para pembina Pramuka Se Kabupaten Lingga ini, merupakan lahan persawahan anak-anak mahasiswa yang sempat gagal karena bibit,” kata Kepala Desa Sungai besar Nazarudin kepada Antara, Minggu.

Dirinya sebagai kepala desa mengaku sangat antusias menyambut kedatangan para pembina Pramuka Se Kabupaten Lingga yang berkemah selama empat hari di Tugu Agrominapolitan tersebut. Bahkan Kepala Desa tersebut menyempatkan waktunya selama satu hari penuh, demi mengajarkan para pembina dan penegak-penegak Pramuka untuk bersawah mulai dari proses awal hingga penanaman.

Pengarahan dari Kepala Desa Sungai Besar (Meidityaputra_CBC)

Menurutnya bibit yang ditanam oleh para Pembina Pramuka ini adalah bibit dengan kualitas baik dan cocok dengan kultur lahan di sawah Sungai Besar sehingga dirnya mengatakan satu petakan sawah yang ditanam oleh para pembina ini akan menampakkan hasil setelah tiga bulan nanti. Para pembina yang sebagian besar adalah pendidik ini, terlihat sangat canggung untuk mengerjakan sawah tersebut namun semangat mereka untuk belajar tidak pernah berhenti.

“Memang kalau baru memulai itu tidak mudah, apalagi menanam padi tidak sama menanam bunga, di sawah mereka harus rela berlumpur,” sebut Nazarudin sembari tersenyum melihat para pembina mengolah sawah.

Saat Wisata ke pasar Pancur (Meidityaputra – CBC)

Rasa lelah seakan tidak dihiraukan setelah berkegiatan selama empat hari di Desa Sungai besar, mulai dari Pagi hingga sore hari seperti hanya beberapa menit melihat semangat para pembina ini. Selain praktek bersawah para Pembina Pramuka ini juga mengelilingi Kelurahan Pancur untuk berwisata melihat langsung keunikan di Kelurahan Pancur yang cukup dikenal dengan wisata belanja diatas airnya.

Lurah Pancur Shefi Anugraha mengaku sangat senang atas kunjungan para pembina tersebut, bahkan dirinya sangat yakin dengan adanya kegiatan ini akan membantu mempromosikan Pancur ke banyak orang karena sebagian besar peserta bahkan tidak mengenal kondisi pancur yang sebenarnya. Jembatan warna warni dan ramahnya para pedangan pasar melayani para tamu di Pancur membuat para pembina ini rela berjam-jam menghabiskan waktu berkeliling di pasar pancur.

“Ini gebrakan yang luar biasa dari Pramuka kami sangat menyambut baik, kegiatan ini sangat berdampak bagi wilayah ini,” sebutnya.

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *